Contoh Pidato II

Contoh Pidato saya yang kedua🙂

Selamat Membaca ..

Titik Terang Perjalanan Bagi Kaum Wanita

 

Assalamualaikum.wr.wb

Yang terhormat Bapak dan Ibu guru, serta teman-teman yang saya sayangi. Puji syukur atas kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat-Nya kita semua dapat berkumpul di ruangan ini dan bersama-sama memperingati “Hari Kartini”. Shalawat dan salam tak lupa saya curahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya.

Teman-teman, tentu kita semua sudah tahu bahwa kartini adalah seorang tokoh suku Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia yang lahir pada tanggal 21 April tahun 1879. Sebagai generasi penerus wanita bagaimana kita tidak bangga ? demi memajukan kaum perempuan dia mengorbankan dirinya untuk sebuah pernikahn dengan lelaki yang pernah memiliki tiga istri. Kalau kita sekarang mana mau ? biar dikasih berlian satu peti juga masih mikir.

Untuk itu sekali-sekali kita mencoba membayangkan diri ada di posisi beliau, bagaiman rasanya hidup pada zaman itu. Meski hidup berkecukupan sebagai putri bangsawan, tapi apa enaknya hidup di bawah kungkungan adat yang begitu keras ? dengan daya pikir yang begitu pintar kami kaum perempuan begitu bangga walaupun dia begitu tertekan menjadi korban pemberlakuan budaya adat yang tak memperbolehkan perempuan bersekolah tinggi dan menanti di rumah untuk dipingit tapi semangatnya yang berkobar telah membakar dan membasmi ketidakadilan bagi perempuan yang terkadang dianggap lemah, sungguh wanita luar biasa yang patut dicintai semua orang hingga saat ini.

Membaca sekilas cerita tentang beliau membuat saya tersentuh, Revolusi membutuhkan darah sebagaimana kita lahir, dan dari sanalah kita belajar tentang semangat revolusi ala ibu kartini. Dalam hidupnya yang begitu singkat, beliau meninggal pada tanggal 17 september 1904 dengan usia 25 tahun. Walaupun beliau telah meninggal namun beliau telah banyak menyumbangkan pemikirannya untuk kemajuan kaum perempuan di Jawa bahkan di Indonesia.

Banyak sekali pelajaran yang ita dapat dari ibu RA kartini. Andaikan itu saya, mungkin saya hanya bermimpi. Mari kita berusaha tetap menumbuhkan semangat Kartini di dalam diri kita masing-masing, berusaha menyelami esensi dari pengorbanan mulia seorang Kartini.

Demikianlah yang dapat saya ungkapkan untuk seseorang yang sangat besar di mata kita semua. Semoga pidato saya dapat bermanfaat bagi kalian semua, kalu ada kata yang kurang berkenan di hati, saya mohon maaf.

Selamat Merayakan Hari Raya Kartini di dalam hatimu. Selamat berkarya.

Wassalamualaikum.wr.wb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s